Pilih Partai, Pilih Caleg – jangan salah pilih

Mencermati tipikal masyarakat Indonesia, agak memprihatinkan. Masyarakat kiita umumnya masih paternalistik, yaitu masih sangat dipengaruhi oleh figuritas pemimpin/tokoh. Sehingga karena pengaruh besar ketokohan/paternalistik tersebut banyak orang yang tidak sadar bahwa pemilu nanti, tahap pertama adalah pemilihan Caleg yang sekaligus berarti juga pemilihan Partai. Dan sama sekali belum memilih calon presiden.

Belum lagi polemik sulitnya menentukan pilihan karena saking banyaknya jumlah partai peserta pemilu yang berarti juga banyaknya caleg (calon anggota legislatif / dewan). Bayangkan saja kalau satu partai 10 caleg & jumlah partai 38, maka ada 380 orang caleg (baru di tingkat dapil kota / kabupaten), belum lagi caleg DPRD I dan DPRRI. Banyaaaaaaaaak deh…🙂

Lantas bagaimana? mau golput ? kata MUI fatwanya GOLPUT itu HARAM lho…, jadi jangan Golput. Lagian walaupun sikap politik kita golput secara matematis, sebetulnya Golput sama dengan memilih partai yg dominan / menang dalam pemilu nanti. Karena logikanya yang digunakan pada akhirnya nanti adalah prosentase dari suara sah. Nah karena ada golput, dan “the show must go on” maka Suara Golput tidak akan mendapat porsi/kursi, sedangkan kursi caleg tetap dibagi sesuai prosentase dan kuota jumlah caleg.  Jadi yang besar makin besar, yang kecil tetep aja kecil. (Maaf nih, kalau ada yg lebih paham aturan KPU dan saya salah tolong dikoreksi, ini hanya logika awam saja).  

Jadi kalau tidak Golput, pasti kita akan memilih dari sekian banyak pilihan. Bagaimana caranya ? berikut sekedar saran :

1. Pilih Partai yang memiliki kredibilitas dan citra yang baik. Biasanya bisa dilihat dari Visi & Misi partai  serta Program Kerja, biasanya ada di situs masing-masing partai. (wah netter pasti pilih partai yg gaptek kali ya ?, partai yang punya website! cari dg googling aja). Dan bisa juga kita amati partai dari (sekali lagi, paternalistik) tokoh atau pemimpinya. Hati2 soal ini, tidak semua pemimpin bisa membawa seluruh gerbong partainya sesuai dengan Visi & Misi.

2. Pilih Calon anggota Dewan/Legislatif, pada dasarnya adalah memilih seorang wakil atau “pemimpin kecil”. Jadi sama dengan memilih calon pemimpin. Pilihlah caleg yang kita kenal, bukan sekedar kenal tapi kita kenal : Kredibilitasnya, moralitas/akhlaknya, dan tidak lupa kita pilih caleg yang punya prestasi kerja serta kemapuan menyampaikan argumentasi dan pendapat yang ilmiah. Karena tidak cukup punya moral dan kredibilitas tapi tidak punya nyali untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

3. JANGAN PILIH yang kasih/bagi-bagi UANG SUAP, karena kalau yang ini yang akan jadi Anggota legislatif/dewan, maka salah satu diantara “target kerja” nya adalah BALIK MODAL, dan karena dia pelaku SUAP maka sangat biasa untuk menerima SUAP juga. Payah… deh.

4. Hati-hati dengan janji, apalagi yang tidak ada bukti. Maksudnya, masyarakat kita mudah lupa apalagi kalau janji hanya dimulut, setelah “makan permen” sudah terasa manis, lupa deh🙂 . Jadi janji caleg atau partai harus dalam bentuk tertulis, ada yang mengistilahkan sebagai Kontrak Politik, dengan begitu lebih mudah dipertanggungjawabkan, bisa ditagih karena ada buktinya gitu loh..

Selamat memilih…

Satu Tanggapan to “Pilih Partai, Pilih Caleg – jangan salah pilih”

  1. Bosan Ganteng Says:

    Salam contreng ….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: