UU APP : Untuk Peradaban dan Martabat Indonesia

Lagi ribut-ribut soal pengesahan RUU APP menjadi UU APP tanggal 30 Oktober 2008 kemarin, bingung juga dengan orang-orang ini. Jadi ingat waktu saya masih kecil, sebuah statemen tentang Bangsa Indonesia masih melekat erat hingga kini. Statemen itu, Kita adalah Bangsa Indonesia memiliki adat ketimuran yang dikenal sangat ramah sehingga orang asing merasa betah berkunjung ke Indonesia.

Adat ketimuran, mungkin itu salah satu kunci dari yang ingin ditonjolkan. Apa sih adat ketimuran ?

Kata wiki : Nilai ketimuran ialah nilai yang harus dimiliki oleh “orang timur”, seperti keramahan, kelembutan, keterbukaan, dan kemampuan menjaga budaya sendiri. Jangan-jangan pemahaman kata keterbukaan melenceng menjadi terbuka secara fisik bukan terbuka secara psikologis (terbuka, mudah menerima kehadiran orang asing).😛

Kata Kyokushin: Falsafah dan Landasan Dasar Pandangan Hidup ini dimulai sejak lahirnya,yaitu baik yang tersurat maupun yang tersirat dalam Bushido yang universal dan Adat Ketimuran yang halus penuh sopan santun selama masa perjalanan hidupnya. Ini lebih mantab halus dan penuh sopan santun. Dimana kata-kata itu sekarang ?

Kata mas Indrowaswanto, adat ketimuran itu budi pekerti luhur, dan adat ketimuran tersebut sudah mulai luntur sehingga menurutnya “Rupa2nya perlu segera disusun buku pedoman budi pekerti adat istiadat sopan santun tata krama bangsa Indonesia yang merupakan pengejawantahan adat ketimuran Indonesia

Kalaupun toh kita berkiblat ke negeri barat, yang terkenal dengan kebebasan/freedom. Ternyata kebebasan-kebebasan disana semua ada aturanya. Majalah/material porno tidak bisa sembarang bebas dipajang, hanya manusia yang sudah cukup umur yang dibolehkan, itupun tidak sembarang tempat. Demikian juga minuman keras, juga sama. Lebih aneh lagi menurut kita, Di Aussie (ini barat apa timur ya?) kabarnya kita tidak boleh sembarangan mencuci mobil pakai air di rumah, harus di tempat cuci mobil. Dimana kebebasan itu ?

Thus kesimpulan saya pribadi, sebetulnya Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi memang untuk menyelamatkan Peradaban & Martabat bangsa Indonesia. Kalaupun disinggung masalah masyarakat di Irian, di Bali yang terbiasa dengan pakaian terbuka, tanyanya : apakah masuk kategori porno ? Nah, jangan asal jawab, buka saja UU APP sendiri. Lihat di TVONE tadi pagi, ada satu klausul yg disampaikan narasumber : hal itu (Kebiasaan Irian dan Bali) tidak diatur dalam UU APP berarti tidak ada aturanya atau tidak ada hukumnya. Silahkan simpulkan sendiri. Pertanyaan saya apakah masyarakat Irian dan Bali yang sudah modern masih tetap biasa dengan Koteka dan kemben mini nya ? kayaknya mereka lebih suka pake kaos😀

9 Tanggapan to “UU APP : Untuk Peradaban dan Martabat Indonesia”

  1. rd_saya Says:

    “semua kan yang penting pelaksanaannya, ya kan pak bheri? semoga aja UU ini nggak justru nambah masalah karna penerapannya yang nggak konsisten

  2. taUbat Says:

    LAHIRNYA UU APP WUJUD DARI PEMILAHAN GLOBALISASI YANG CENDERUNG NEGATIF.

    SEMOGA PERADABAN DAN MARTABAT INDONESIA KEMBALI SEPERTI SEDIA KALA.

  3. nie Says:

    manusia kan berakal budi, bisa ngebedain mana yang baik mana yang engga baik..pembatasan seperti ini kok kayaknya malah mematikan kreatifitas orang aja. Nti mau ini, ah takut melanggar UU A. mau itu..ah takut kena sanksi B. repot deeeh :p

  4. bheri Says:

    Justru sebaliknya, kalau Nie bener-bener kreatif, harusnya apapun aturanya tidak ada kebuntuan utk mengekspresikan diri. Bukanya kreatifitas itu justru muncul dengan adanya keterbatasan.
    contoh kecil; Ide/kreasi sepeda pancal muncul karena sang kreator menilai adanya keterbatasan kereta kuda (dg 4 roda) tidak mampu melintasi jalan sempit dan sangat tergantung dengan kuda.
    Tuh.., ayo tunjukan kreatifitas mua Nie ?

  5. angga Says:

    “Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi memang untuk menyelamatkan Peradaban & Martabat bangsa Indonesia”

    wah… saya setuju banget… UUP emang perlu kita punyai. Indonesia saja sudah menjadi produsen video porno. soal koteka maupun bali, UUP tidak mengganggu gugat. apalagi koteka, itu budaya mereka. yang mau demo atau apa, coba dech baca dulu isi UUP nya, baru bilang pro atau kontra..

    btw… aku juga menulis post serupa di anggazone

  6. dendy Says:

    Seep…Setuju saya ama RUU APP.
    Bos mampir balik ya….😆

  7. anam Says:

    jadi curiga ama ame rika hehehe…. coba deh pikir.. peran aktif mereka di indonesia🙂 cuman bangsa ini aja yang gak sadar

  8. Tukang Arsip Says:

    memang pemikiran oran beda smua….tapi perbedaan itu akan menciptkan sesuatu yang lebih baik mungkin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: