Ryan Lagi – Ryan Lagi, yang lain dong…?! (wapadai selain Ryan)

Pekan kemarin saya diajak istri mengikuti sebuah seminar keluarga, bertajuk: Parenting Skill, Adversity Quotient (AQ) … bla bla bla, oleh Psikolog Ibu Elly Risman, bertempat di rumah adat Melayu – Pontianak. Awalnya agak males, soalnya yang datang banyak banget ibu-ibu, para bapak sedikit banget yang hadir. Dan berkat penampilan pembicara yang cukup menarik, berpengalaman dan interaktif akhirnya sayapun tak beranjak sampai acara utama berakhir.

Tentang isi seminar, akan saya usahakan share di blog saya pada topik yang lain. Saya ingin membahas fokus kepada salah satu bahasan dalam seminar tersebut yang terkait dengan Ryan,  Very Idam Henyansah – orang yang lagi jadi bahan perbincangan karena (terdakwa & terbukti) telah membunuh lebih dari 10 orang korbanya. Pribadi yang unik menurut kacamata sang psikolog, sejak kecil kurang mendapatkan interaksi dari (figur) ayah, mudah tersinggung, emosional dan tidak terkontrol keinginanya, dst (sebagian lupa). Dan yang jelas perjalanan hidupnya menuju kepada pribadi yang homoseksual atau gay.

Yang menarik bukan mengupas Ryan saja, lebih dalam Bu Elly memaparkan tentang kondisi yang sistematis mulai dari media masa, sekolah dan terutama media elektronik – televisi beberapa dekade ini benar benar secara gencar dan sistematis mengkampanyekan figur banci-homoseks-gay. Padahal secara jelas telah beliau pelajari tidak ada satu agama-pun yang membenarkan tindakan tidak normal tersebut (homoseks). Beliaupun memberikan fakta dan contoh-contoh dalam kajian psikologis, betapa dampak dari kampanya tersebut sudah semakin memperlihatkan “kesuksesanya”. Banci sudah dianggap lumrah, bahkan jadi trend. Yang lebih mengerikan, beliau memberikan beberapa fakta anak-anak usia SMP sudah ada yang terkena sindrom psikologis homoseksual tersebut (foto-foto dan data). Na’udzubillahi min dzalik.

Jadi, waspadalah tidak cuma Ryan. Sekarang ini perlu waspada kepada anak-anak dan remaja (serta orang dewasa yang tidak seimbang kondisi psikologisnya) sudah banyak terpengaruh gaya-gaya homoseksual. Jangan sampai muncul “Ryan -Ryan” yang lain. Memang tidak semua gay / homoseks berlaku kriminal, tapi sadarlah bahwa homoseks/gay -nya sendiri sudah merupakan penyimpangan yang sangat dekat dengan kriminal sosial/psikologis.

2 Tanggapan to “Ryan Lagi – Ryan Lagi, yang lain dong…?! (wapadai selain Ryan)”

  1. Angga Says:

    Itulah yang ribet Pak, kadang angga bingung sendiri. banyak orang tua yang mengutuk “kampanye banci-banci” yang ada di televisi, tapi mereka tetap menontonnya sebagai hiburan. Bagaimana anak bisa terkontrol sedangkan orang tua alih-alih menghilangkan stres walopun mengutuk tapi tetap aja ditonton bahkan tertawa terbahak-bahak

  2. bheri Says:

    Mungkin disitulah bedanya terdidik secara akademis dengan terdidik pemahaman hidup (ck ck ck, ngomong apa saya ni😀 )


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: