Cerai, Menjanda/duda, Selingkuh ? (3)

Jomblo… ?

Pembahasan ketiga;
Pembahasan sebelumnya menyangkut bagaimana memilih jodoh, tuntunan tersebut lebih banyak terkait di pihak laki-laki. Bagaimana perempuan? silahkan menyesuaikan diri, get your best performance, tahapanya tetap sama, berujung kepada harapan dipilihkan Allah jodoh yang terbaik. Maka kita sendiri harus berupaya menjadi baik.

Fase berikutnya tentu fase khitbah/lamaran, kemudian pernikahan itu sendiri. Tidak dibahas disini tentang pernik-pernik prosesi & penyelenggaraan pernikahan. Bisa jadi satu materi khusus. Intinya, bahasan ketiga ini, bahasan dengan asumsi sudah resmi melepas status “Jomblo”🙂

Kunci keluarga bahagia diantaranya adalah terpenuhinya hak-hak yang hakiki dalam berkeluarga, dari pasangan hidup (suami/istri). Apa itu ?

Pertama, Hak suami atas istri;
a. Suami memiliki hak atas kepemimpinan, namanya juga Kepala Keluarga, apa artinya kalau kepala keluarga tidak mendapatkan hak sebagai pemimpin ? (ISTI? Ikatan Suami Takut Istri😀 ), Bukan berarti pula suami otoriter, dalam keluarga kita berbicara dalam konteks yang berbeda soal kepemimpinan. Kepemimpinan suami dalam keluarga dibingkai dengan perspektif kasih sayang dan cinta suami dan istri. Juga dalam konteks/perspektif ibadah, “Ar Rijalu qowamuna alannisaa..”
b. Suami memiliki hak Ditaati dalam kebaikan, dalam hal kebaikan, siapapun boleh diikuti, tetapi seorang suami memiliki hak lebih tinggi soal nasihat atau anjuran kebaikan terhadap istrinya. Ketaatan Istri menjadi kesejukan bagi suami, bagi istri ketaatanya merupakan bentuk ke-berlindung-an kepada suaminya. Sama sekali bukanlah penindasan.
c. Dijaga/dipelihara kehormatannya sebagai suami atau kepala keluarga. Ketika suami tidak dirumah, mencari nafkah untuk istri dan anak (keluarga), tentu harapanya ingin membawa pulang nafkah yang cukup untuk kebutuhan keluarga, nafkah yang berkah. Sesampainya dirumah, si suami ingin yang sudah jerih payah mencari nafkah tentu sangat sukacita mendapati istri maupun keluarganya dalam kondisi terpelihara kehormatan keluarganya. Rumah bersih dan terpelihara, anak2 terpelihara menu makan maupun pendidikan dan akidahnya.

Kedua, Hak Istri atas Suami;
a. Mahar, ketika menikah, sebaiknya calon istri harus ditanya soal mahar atau mas kawin. Karena ini adalah hak istri. Kebahagiaan istri diantaranya adalah ketika permintaan pertamanya terpenuhi dan terpuaskan.
b.Nafkah dan tempat tinggal, cukup jelas halalan thoyiban, rumah yang cukup dan halaman yang luas merupakan tempat keluarga yang sehat.
c. Diperlakukan dengan baik. Istri adalah perempuan, secara umum psikologis/biologis perempuan adalah halus, lembut, penuh kehangatan. Sementara Laki-laki, sebaliknya, gagah – perkasa, kulitnya pun lebih kasar. Tapi meskipun sifat maskulin suami seperti kodratnya tersebut, tetap harus mampu memperlakukan istri sesuai kodrat perempuan, perlakukan dengan baik.
d. Hak untuk suaminya menginap dirumahnya dan mempergauli-nya. Salah satu aspek penting dalam kebahagiaan rumah tangga adalah terpenuhinya kepuasan hubungan suami-istri bagi kedua belah pihak. Istri/perempuan memiliki umumnya akan mampu dengan baik mendapatakan kepuasan, ketika berada di tempat yang “aman dan nyaman” untuk dirinya, yaitu di rumahnya.
e. Diajarkan urusan agamanya, umumnya ketika sudah menikah, istri lebih banyak urusan didalam rumah atau kesibukan rumah-tangga (rumah, pakaian, masakan, anak, dst). Padahal sebagai manusia normal, ada kebutuhan untuk dekat dengan Tuhanya, kedekatan itu perlu ilmu. jadi “kebebasan” suami untuk keluar rumah, diantaranya mendapatkan ilmu/urusan agama, wajib ditularkan kepada istrinya. Sisi lain, psikologis perempuan yang lebih cenderung kepada perasaan daripada logika, kadang perlu diluruskan, jangan sampai urusan agama terkalahkan oleh perasaan.
f. Dicemburui suami, ingat! dalam rumah tangga salah satu unsur kebahagiaan adalah cinta kasih. Bukti cinta kasih adalah ketika sang suami cemburu kepada istrinya. Mari buktikan🙂
 
ketiga, Hak Bersama:

a. Menutupi aib masing-masing, bukan sebaliknnya saling memamerkan aib pasangnya, kalau itu yang terjadi, dijamin rumah tangga bakal “seru”, perang mulut ataupun sebaliknya perang dingin.
b. Saling menasihati. Suami/istri juga manusia, perlu mendapatkan nasihat ketika gundah dan mendapat masalah.
c. Musyawarah dalam mencari solusi, suami/istri ibarat satu team, masalah yang ada dalam keseharian merupakan masalah bersama. Maka pelibatan suami terhadap masalah istri atau sebaliknya merupakan bentuk kerja team work yang perlu dilakukan.
d. Kasih sayang yang tulus, jangan ada kepura-puraan, nyatakanlah cinta. Tidak perlu sungkan untuk menyatakan cinta kepada suami/istri. Justru itu menjadi pupuk yang subur untuk tumbuhan kebahagiaan.

6 Tanggapan to “Cerai, Menjanda/duda, Selingkuh ? (3)”

  1. eNPe Says:

    weleh..weleh..makin dalem ni h bahasan pak bheri..
    hmmm…sepertinye perlu ngajak calon suami utk memebaca ini bersama *halaaah*:mrgreen:

  2. bheri Says:

    masih ada paket selanjutnya alias bersambung

  3. Ade Says:

    Saya sudah cerai. Sakit hati banget saya. Apa lagi mantan istri ternyata nikah dengan orang-orang dekat saya. Dia udah dua kali nikah/cerai setelah cerai dengan saya. Dua-duanya orang dekat saya ?

  4. bheri Says:

    Ade: turut berduka…

  5. ANNIE Says:

    suami saya gajinya kecil sehgga saya hrs kerja, tapi dia tidak malh mementingkan menafkahi anaknya yg di bawa mantan sitrinya dari pada menafkahi saya apalagi anak saya, bagaimana ini ????? saya jadi benci anaknya….

  6. anthy Says:

    Aq dlm proses prceraian,sbnr’y udah yg k 2x aq gugat k suamiqu tp slalu aq cabut gugatan’y,dan yg k2 kali’y itu udah mo putus talak justru aq mnt d cabut gugatan’y.Dia mnt d beriksmptn nmun slalu bgt ga prnh brubah.ini yg k3 kali’y aq mnggugat,namun aq msh bngung krn ada hutang’y yg mngatas namax sy jminan gaji sy dan sdh brlngsung 5 taon hutang’y d rentenir.ga ada niat dr’y tuk nyelesain,kalo cm sdkt ga pa’pa tp ini puluhan juta…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: