Cerai ? Selingkuh ? Menjanda/duda? (2)

Pembahasan bagian kedua ini tentang bagaimana merencanakan akhir yang baik dari  awal yang baik. Keluarga yang sakinah, mawadah, rahmah, dan sejahtera tentu menjadi idaman, dan ini harus direncanakan sejak awal keluarga itu dibangun. Awal itu adalah usaha untuk mendapatkan jodoh yang baik untuk dinikahi.

Nikah melibatkan dua manusia berlawanan jenis, laki-laki dan perempuan. Kodratnya laki-laki lebih agresif dibanding perempuan. Sehingga, usaha yang dibahas disini tentu cenderung bagaimana laki-laki yang diharuskan membuat pola yang baik dalam rangka “agresivitas”nya untuk menemukan jodoh atau pasangan hidupnya.

Ada 3 items didalam pembahasan ini, dalam hal usaha untuk mendapatkan jodoh;

1. Mencari, berusaha mencari atau menemukan pasangan hidup. Hendaknya dalam mencari pasangan hidup tentu mencari yang baik. Ada istilah jawa yang cukup populer, Bibit, Bobot, Bebet. Thus intinya sama seperti dalam surat An Nuur: 26. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”

2. Dicarikan, Pada zaman dahulu, ikatan persaudaraan sangat kuat, tidak hanya dalam satu keturunan tapi sampai seluruh penhuni suatu desa mereka saling kenal dan saling dekat. Sangat mungkin seseorang menilai kesholehan atau kebaikan suatu keluarga karena kedekatan tersebut. Sehingga pada zaman dahulu, fenomena “dijodohkan orang tua” merupakan hal yang wajar, karena ada semacam “garansi” kualitas SDM berdasarkan hubungan antar orang tua.

3. Pilihan Allah, akumulasi dari point pertama dan kedua biasanya terjadi konflik batin tentang pilihan-pilihan. Karena keduanya adalah ikhtiar manusia (dari pribadi, dan dari luar pribadi kita). Maka sebagai insan yang menghamba kepada Allah, selayaknya menyerahkan segala urusan kepada pencipta. Dorongan pilihan Allah bisa didapatkan melalui munajat atau sholat istikhoroh. Firman Allah SWT, “Ud’uni astajib lakum…” terjemah bebas: berdoalah kepadaKu, niscaya AKU kabulkan permintaanmu…

3 Tanggapan to “Cerai ? Selingkuh ? Menjanda/duda? (2)”

  1. eNPe Says:

    Subhanallah..terima kasih, pak. tulisan bapak bisa jadi bekal buat ita😀

  2. bheri Says:

    alhamdulillah, tapi maaf ada kurang 1 point, barusan diupdate. pls check lagi

  3. Syuaa Says:

    Aplikasi barter link terbaru.
    backlink tetep bertambah dengan sekali registrasi. kenapa ga coba?
    linkexchange.syuaa.net


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: