Cerai ? Selingkuh ? Menjanda/duda?, No No No…

Menikah yg bahagia aja lah…

Kemarin dapat artikel lama tapi cukup menarik tentang bagaimana menjaga keutuhan rumah tangga, khususnya buat persiapan untuk melanjutkan fase kehidupan setelah bujang -> NIKAH. Lebih Khusus lagi adalah tips-tips untuk menjaga kelanggengan pernikahan – suami istri. Ada baiknya dituangkan disini resumenya.

Kenapa bersuami/beristri ? ada seribu satu alasan, diantaranya adalah untuk memenuhi hajat/kebutuhan alamiah biologis manusia, ikut serta didalamnya adalah agar manusia memiliki keturunan – tidak punah🙂 . Tentu kalau hanya itu alasanya, apa bedanya dengan (maaf) binatang? pasti ada alasan lain. Maka untuk manusia dikenal istilah menikah, adalah sebuah prosesi perjanjian besar yang melibatkan saksi-saksi.

Alasan lain yang lebih kokoh pijakanya dan lebih bermartabat adalah alasan syariat, atau istilah lain nyunnah, sebagaimana hadits Nabi SAW yang cukup terkenal:
“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim).

Ok, masalah tidak berhenti disini. Setelah urusan menikah, kehidupan tidak berhenti bukan ?. Dan anehnya kenapa sekarang ini fenomena yang ada justru tingkat perceraian (yang diberitakan) cukup tinggi. Apalagi di kalangan artis dan public figure ? Seakan-akan mereka membuat trend tersendiri dengan status baru “janda” dan “duda”😛
Belum lagi fenomena lainya, yaitu perselingkuhan – adanya pria/wanita idaman lain selain suami/istrinya. Yang inipun ada trend istilahnya, teman tapi mesra … byuh, na’udzubiLLah

Semoga ini cukup utk mengawali pembahasan tentang judul diatas.

Bersambung, besok dilanjut…🙂

5 Tanggapan to “Cerai ? Selingkuh ? Menjanda/duda?, No No No…”

  1. san denisha Says:

    saya susan sedang bingung tntg cara menjalani hubgan dengan seorang duda yang ternyata dia ingin serius kejenjang pernikahan akan tetapi dia seorang mualaf, dan tidak akan mungkin orangtua nya yang nonis( katolik ) merestui hubungan kita. Bagaimana cara mencari jalan keluarnya

  2. bheri Says:

    San, saya cuma bisa saran;
    1. berdoa & memohon petunjuk kepada ALLAH SWT
    2. jangan HANYA pertimbangan PERASAAN tapi juga perhitungan yang matang, seperti main catur 3 langkah bahkan 5 langkah berikutnya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan resikonya. selidiki benar motif hubungannya sampai mendapatkan sebuah keyakinan, baru melangkah ke keputusan, perlu waktu, waktu bagian dari penyelesaian masalah.
    3. keliru langkah ? selama dunia belum kiamat, selalu ada jalan bagi orang yang beriman.

  3. marno Says:

    bgmn istri selingkuh dengan laki-laki lain sedangkan aku juga begitu?jadi sama-sama selingkuh dan gak mau saling disalahkan dan tidak mau ada saling komunikasi. pernikahan kami mungkin akan kami sudahi agar semua bisa mencari pasangan masing-masing sesuai keinginan. soal anak dan harta akan kami bagi dengan ikhlas. terima kasih atas balasannya.

  4. hajime Says:

    joget aja loe

  5. bheri Says:

    @marno:
    kalau masih ada niatan baik, diperkuat saja. & coba terus untuk berkomunikasi dengan baik. Terakhir, banyak2 istighfar dan mendekatkan diri pada Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: