Jangan Mudah Terkecoh

Saat ini sering kita terima informasi mengenai suatu keanehan atau sesuatu yang menarik perhatian. Baik via email/mailist atau bahkan informasi melalui media internet lainya. Bahkan ada pula yang berbentuk selebaran (hard copy).

Ambil contoh seperti informasi Satelite Capture saat Tsunami Aceh, dengan gambar melingkar menyerupai pusaran air. Ada pula gambar gelombang air laut “tsunami” yang dilihat dari atas menyerupai tulisan tertentu yang maknanya bersinggungan dengan akidah/agama. Tapi belakangan baru diketahui bahwa gambar tersebut bukan gambar yang diambil saat Tsunami Aceh, pusaran air merupakan gambar badai yang terjadi di laut tapi tempat lain, demikian juga dengan gambar/potret alam yang membentuk tulisan tersebut juga bukan saat terjadi Tsunami Aceh.

Contoh lain, gambar ditemukanya fosil/tulang kerangka manusia raksasa atau gambar makhluk aneh yang menyerupai manusia dan binatang (dengan gambar yang sangat detil). Kemudian dibumbui dengan narasi yang provokatif dan menyentuh, misalnya “ternyata benar yang dikisahkan bahwa manusia jaman dahulu, posturnya setinggi pohon kelapa” (manusia umur berapa dan kelapa umur/tinggi seberapa pula ? hehehe…) atau “inilah akibat perbuatan anak durhaka, diazab seperti anjing” dst. dst.

Hal lain yang pernah ditemui pula, sebuah cerita tentang “orang suci” yang ahli ibadah, mewasiatkan ini dan itu, yang katanya berasal dari mimpi hasil pertemuanya dengan Nabi. Kemudian pada akhir narasi ditambahkan, “kirimkan ke 100 email rekan anda, dan tunggulah keajaiban pada diri anda”. Masih kurang, “Apabila anda tidak mengirimkan/menyampaikan hal ini, tunggulah keajaiban yang berupa bencana/azab pada diri anda” dst. dst.

Ternyata cara-cara seperti itu sekarang ini berkembang, ada juga info yang saya dapatkan, “dapatkan HandPhone terbaru keluaran Vendor terkenal, gratis!  caranya cukup mudah, forwardkan email ini ke 100 email rekan anda, jangan lupa untuk CC/tembusan ke blablabla@bla.com. Pada akhirnya muncul email dari orang yang bertanggungjawab dari vendor tersebut, yang intinya menyatakan informasi (diatas) tersebut tidak benar!.

Ada juga yang disampaikan melalui SMS, “selamat, anda beruntung untuk mendapatkan grand prize Honda Stream… bla bla, hubungi 08*************”. Ternyata setelah dihubungi, kita malah disuruh untuk melakukan transaksi via ATM, mengisi pulsa, mentransfer ke rekening tertentu dengan dalih untuk pajak hadiah atau sejenisnya. Setelah selesai semua tersebut, barulah bingung, kemana ambil hadiahnya, telpon ke nomor sebelumnya nggak pernah bisa nyambung dst. Ketipu deh😦

Bagaimana menimbang validitas suatu informasi ?
Beberapa yang bisa dipertimbangkan untuk menakar validitas suatu informasi yang kita terima;
1. Akal Sehat dan Pikiran Jernih
Pada saat kita membaca atau mendapati informasi, bisa jadi kita takjub atau sangat terheran-heran. Segera kuasai akal sehat anda dan gunakan pikiran yang jernih. Jangan mudah terjebak “emotional trap” atau sebuah argumen/ilustrasi yang menjebak emosi kita (sedih/trenyuh, takjub, marah, dst) dan cenderung melupakan akal sehat dan kejernihan pikiran.
Gambar yang indah/menakjubkan –> trap,
Pesan dari nabi melalui mimpi –>trap,
hadiah gratis barang yang mahal –> trap.
Juga jangan mudah terjebak dengan kalimat-kalimat ancaman (same with traps).
2. Aktifkan logika-logika dasar berupa pertanyaan sederhana yang terkait info tersebut. Misalnya kok hadiah dari operator A tapi nomor yang dihubungi berasal dari nomor operator B, kok nomornya bukan nomor kantoran (telepon rumah), kok cuma nomor telepon, mana alamatnya?. Kenapa kalau informasi yang menakjubkan tersebut tidak pernah terdengar infonya di koran atau televisi ? dst.
3. Jangan berhenti sampai informasi itu saja, cek & ricek
Jangan ragu untuk menyelidiki, terutama jika memungkinkan dari sumber aslinya secara langsung melalui sarana yang kita yakin dan dapat dipertanggungjawabkan atau sudah pernah berinteraksi sebelumnya. (dengan telepon, literatur resmi, search engine internet, dst). SMS saja tidak cukup.

Demikian, kalau anda punya tips lain, please submit your comments.

2 Tanggapan to “Jangan Mudah Terkecoh”

  1. Freddy Hernawan Says:

    hehe.. saya jadi ingat sesuatu, kalau wanita liat mobil yang ngerem tiba tiba didepannya akan teriak duluan baru ngerem. beda dgn laki-laki. ngerem dulu baru maki maki. kayaknya sifat manusia emang paling gampang di tipu. makanya timbul ilmu social engineering yang pernah diulas oleh kevin d mitnick.
    dulu waktu istri saya dapat sms yang kabarnya dia dapat hadiah 10 juta, dia teriak teriak happy. saya cuma senyum saja. menyakinkan kalau itu palsu.

  2. Wulan buat blog? | Freddy Hernawan Says:

    […] wulan). Maklumlah, saya ini orangnya nggak gampang percaya begitu saja, apalagi di dunia Internet, nggak bisa begitu saja harus dipercayai. harus dan perlu cek dan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: