Garuda Itu ada di Sini …

Istana Kadriyah Pontianak

Seumur-umur baru tahu kalau perumus lambang Burung Garuda Pancasila, lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia itu adalah seorang Sultan dari Kesultanan Kadriyah Pontianak, Sultan Syarif Hamid II. Dulu waktu pendidikan dasar, rasanya belum pernah dapat pelajaran (atau pas pelajaran itu, saya nggak ngeh..😛 ) tentang siapa perumus lambang negara.

Sorry, bukan mau ngasih pelajaran tentang sejarah, tengok saja di wikipedia sudah diabadikan tentang siapa Sultan Hamid II penemu lambang garuda, dan sejarah Lambang Burung Garuda. Lain kali belajar yang baik🙂

Berawal dari jalan-jalan bersama keluarga mencoba menjelajah kota Pontianak, setelah melewati jembatan kapuas pertama, mata saya tertuju pada pintu gerbang dengan tulisan arab-melayu “Istana Kadriyah”, wah ada kerajaan nih. Kami sepakat untuk melanjutkan rasa penasaran mencari tahu tentang istana tersebut.

Sebelum mencapai istana, kami sudah terbayang seperti Keraton Tenggarong, pasti nih pinggir sungai. Dan ternyata benar, letak Keraton/Istana Kadriyah tidak jauh dari sungai Kapuas. Di ujung jalan menuju Keraton pertama kali akan didapati Masjid, di sebelah kiri barulah kelihatan Keraton. Sayang sekali, lingkungan keraton kurang dijaga kebersihanya serta nilai sejarah maupun komoditas wisata, seandainya dirawat dan dikelola profesional pasti lebih menarik.

Al Qur’an Tulisan Tangan

Diantara barang-barang peninggalan dan ornamen keraton yang dipamerkan, mata saya tertuju pada sebuah Al-Qur’an, Kitab Suci Agama Islam, tulisan tangan asli! SubhanaLLah. Yang lebih hebat lagi, tertulis “… tulisan tangan berumur 2 abad, oleh Sulthan Syarif Abdurrahman”, terbayang betapa luar biasanya seorang raja, pemimpin, penguasa sangat menguasai Al Qur’an. Barangkali dahulu Pontianak dibawah kekuasaan beliau sangat sejahtera. Bukan karena kekayaan harta dunia, karena kearifan Sulthan dengan ilmunya.

10 Tanggapan to “Garuda Itu ada di Sini …”

  1. anggareni83 Says:

    Kok nda dilanjutin ceritanya???

  2. rizko Says:

    eh ya, salah satu pemain basket Citra Satria Pontianak di liga IBL adalah turunan langsung Alqadrie alias turunan pendiri Pontianak loh hehehe

    kalo gak salah Sultan Hamid II juga salah satu pendiri ASEAN

  3. motosuki Says:

    komentar soal pelestarian kawasan kraton :

    sebenarnya usaha untuk melestarikan kraton sudah ada sejak dahulu. tapi karena sifat masyarakat disekitar kawasan kraton yang tidak gampang menerima perubahan, mengakibatkan program yang ingin dijalankan selalu berakhir dengan tragis dan tidak terlaksana penuh. Contohnya saat ada proyek pemasangan lampu2 jalan yang menerangi kawasan kraton, siangnya dipasang, malamnya udah lenyap…

  4. bheri Says:

    @angga: insyaAllah nanti dilanjutin, nulisnya udah malem & ngantuk

    @rizko: tapi Riz, kenapa tadi malam gak datang ?🙂

    @motosuki: ups… its very bad

  5. bsw Says:

    Seperti disebutkan dalam beberapa media, nama Sultan Hamid II dikaitkan dengan pemberontakan Westerling. Benar tidaknya mungkin tetaplah jadi kontroversi, namanya juga sejarah. Dulu waktu saya belajar sejarah di sekolah (SMP-SMA) sptnya memang banyak nama2 yg seharusnya pantas mauk dalam pelajaran sejarah, tapi karena “bermasalah” pemerintah memilih untuk tidak menuliskan sejarah mereka.
    Menurut saya ini sangat disayangkan, seharusnya sejarah itu objektif dong ya? Sampaikan saja apa adanya, dengan fakta-fakta pro dan kontra. Tugas guru mungkin jadi semakin berat, apalagi mungkin murid2 sekarang semakin kritis. Tapi itulah mungkin tugas guru, menyampaikan tanpa harus berpihak. Biarkan muridnya memilih.

  6. rizko Says:

    yah pak Bheri, rizko semalem dateng loh, hehehe yang pake jaket item n duduk di tengah, cman rizko emang punya 2 nama samaran hehehe

    yang satu “rizko” yang satunya lagi “kurnia ramadhan”

    pas kenalan ama pak Bheri pake nama “rizko” pas nulis di absen pake nama “Kurnia Ramadhan”😀

  7. Freddy Hernawan Says:

    wah, saya juga baru tahu🙂

  8. Freddy Hernawan Says:

    ups, mau koreksi nih pak, blogroll saya alamatnya bukan dot or dot id, tapi hernawan dot web dot id🙂

  9. ranywaisya Says:

    Postingan yang bagus, bisa nambah wawasan saya, soalnya sebelumnya saya nggak tau siapa perumus lambang garuda.😀

  10. bheri Says:

    @bsw : sepakat, tapi mulai dari mana / kapan ?🙂

    @Rizko : hmm… pandai menyamar😛 sorry bang lum apal

    @Freddy : lah… warga pontianak aja baru tahu ?🙂 — sudah di revisi. tks koreksinya

    @rany : jangan lupa lihat detil di wiki, supaya lebih gamblang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: