Where is your goverment ?

Beberapa hari lalu saya sedang dalam perjalanan Jakarta ke Pontianak, menggunakan penerbangan salah satu maskapai penerbangan di negeri kita. Bersebelahan saya waktu itu duduk seseorang yang tadinya saya kita orang Indonesia, ternyata bule Asia – Filipino.

Akhirnya kami pun ngobrol, batin saya sekalian aja ngetest kemampuan bahasa inggris (kacangan) saya🙂.

Diantara percakapan yang menarik adalah ketika pesawat akan mendarat, saya tunjukan hutan-hutan di Kalbar di sekitar Pontianak, dan saat itu pas kelihatan ber asap-asap. Nah pembicaraan pun berkembang. Dia bilang “after landed I will go to Sintang, is there forest in Sintang?” saya katakan, “Yes, you will see forest over there but unfortunately you also see burning forest” rupanya dia terkejut, “Burning forest ? why ?” ya, saya katakan petani kebun di kalbar banyak yang meyakini, dengan membakar semak belukar di lahan mereka pada saat musim kemarau, abu-nya akan menjadi pupuk untuk menetralisir tanah yang kandungan asam cukup tinggi. Sehingga ketika musim hujan tiba, mereka tinggal bercocok tanam. “Wow unbeliveable, they burn the earth!” katanya sambil mencibir dan mengangkat bahunya. Harusnya pemerintahmu tidak membiarkan pembakaran terus berlangsung, sambungnya, “Where is you Goverment?, why they let it burned ?” then I said “Sorry, our goverment so poor & less attention for this”.

Mau apa lagi ? susah untuk membela diri dan pemerintah Indonesia ketika dihadapkan orang diluar kita. So poor !

Sampai kapan akan begini ?

4 Tanggapan to “Where is your goverment ?”

  1. Freddy Hernawan Says:

    Selamat datang ke pontianak pak, selamat minum ae’ kapuas. dan selamat bekerja di pontianak🙂 btw salam kenal.

  2. bheri Says:

    Salam kenal juga, terimakasih atas sambutan hangatnya.

  3. pipiew Says:

    Burning Forest memang selalu menjadi masalah dari tahun ke tahun setiap kali musim kemarau hampir tiba, akibatnya lingkungan dipenuhi asap, udara yang ga bagus, penyakit ISPA yang susah sembuh, dsb dsb, termasuk dituding pihak luar negeri sebagai “pengekspor asap”.
    Humph, tapi sekarang masyarakat Pontianak sudah cukup terbiasa dengan kondisi “asap”, entah kapan pemerintah benar-benar bisa menanggulangi masalah ini🙂

    Salam kenal Pak Bheri, semoga betah di Pontianak🙂 *harus mulai membiasakan diri menghirup asap* :p

    -fie, one of Speedy Club’ers-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: