Terjajah

Merdeka ataoe mati

Suka tidak suka, senang tidak senang, fakta kita memang masih terjajah.

Perhatikan beberapa Makanan Tradisional yang mencerminkan hal tersebut:
– coto makassar
– rujak cingur
– sop tulang
– gulai kikil
– krupuk rambak
– kripik usus
Semua adalah makanan sisa2 dari bagian ternak, daging kualitas terbaik siapa yg makan?

Walaupun akhir-akhir ini terjadi perubahan, modernisasi;
– coca cola, softdrinks
– sosis
– fried chicken
– burger
Tapi, yg mendasar adlh siapa yg mendapatkan keuntungan dari makanan2 itu? Lebih banyak pihak luar! Pindah dari satu jajahan ke penjajah yg lain.

Belum lagi sektor industri.
Transportasi, semua dikuasai produk asing, kecuali becak-andong-sepeda-ketinting. Coba cermati lagi, cat becak, jari-jari roda ternyata bukan buatan dlm negeri. Pelor besi utk as roda. Mesin ketinting, sama saja. Konon sampai jarum pun masih import!
Minyak dan tambang, apakah bisa kita katakan milik kita? Meskipun slogan ‘kita untung bangsa untung’, bangsa siapa/yang mana? Bukanya hak negri ini hanya 10% saja, itupun 10% ‘kotor’, belun japrem dan korupsi.
Telekomunikasi & informatika, semua perangkat kerasnya fully import. Perangkat lunaknya? Kita sudah tahu bahwa lisensi/hak cipta menjadi milik pemegangnya siapa kebanyakan mereka? Yang jelas mayoritas bukan bangsa kita.

Investasi asing
Benarkah mereka berpihak kepada kemajuan kita? Contoh sederhana. Jika suatu areal tambang dikuasai investor asing yg mengantongi ijin penmerintah, setidaknya mereka akan ‘memaksakan’ menggunakan tenaga ahli dari negri mereka, mesin kendaraan alat berat sampai safety tools juga menggunakan brand dari negeri mereka. Apakah anda masih juga belum ngeh, kemana mayoritas keuntungan investasi bisnis serta semua pengelolaanya akan dilarikan? Negri ini atau negri mereka?

Etos kerja
Saya sangat terkagum-kagum, ketika berada di singapore, orang kita bisa ikutan begitu tertib, disiplin. Ketika masuk lokasi areal tambang asing, kita bisa/terpaksa ikut aturan main mereka dengan dalih safety-security dst. Tapi giliran yang mengatur suatu daerah adalah orang kita sendiri, bisa dipastikan saat ini mayoritas masih acak-acakan. Hukum aturan dibuat untuk dilanggar sendiri, nah lho… Kalau kita lebih patuh dengan orang asing ketimbang pemimpin negri sendiri, apa itu artinya?

Pendidikan
Jangan bangga dulu, meskipun anak2 indonesia banyak yg menang di event2 seperti olimpiade sience. Tapi basic ilmu-ilmu siapa yang dipelajari? Apakah newton, calculus, archimedes, bell, merupaka nama-nama orang di negeri ini? Seberapa banyak mahasiswa kita memberikan kontribusi journal, hipotesa, artikel ilmiah, dst. Seberapa banyak temuan ilmuan kita yg menjadi kebangaan dan aplikasinya dipakai di pendidikan kita?

Sadarkah kita sedang hancur? Mengapa harus ditutup-tutupi? Untuk menyenangkan diri sendiri?. Sudah cukup!
Kita harusnya sangat berkepentingan utk maju, dan beradab. Berani dan penuh perhitungan dan persiapan. Bangkit, meskipun rasa sakit, lelah dan berat. KITA!, tidak cukup saya pribadi dan anda pribadi yang sukses tapi KITA!

Bayangkan jika kita bisa mengelola sumberdaya alam sediri sampai separohnya saja. Teknologi hasil karya anak bangsa menguasai negeri sendiri. Bisnis dan investasi mayoritas anak2 negeri, produk2 yang beresdar dipasar mayoritas buatan dalm negri. InsyaAllah indonesia makmur!

Panjangkan nafas, angan dan asa, kurangi canda yg meninabobokan, luaskan pandangan dan wawasan, peduli sesama, perbanyak kerja-amal dan tindakan nyata, jangan cepat puas.
Jangan terlalu lama bersedih. Merenung sejenak itu perlu, tapi bertindak itu lebih dibutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: