Sampai kini masih teringat dengan jelas dalam senandung, sebuah lirik lagu lembut yang kental nuansa nasionalisme :
tanah air ku tidak kulupakan…
kan terkenang selama hidupku…
biarpun saya pergi jauh…
tidak kan hilang dari kalbu…
tanahku yang kucintai…
engkau kubanggakan…
jika anda seorang perantau, tentu senandung itu sangat berkesan begitu dalam di hati, bahkan saya pernah melihat orang sambil berlinang air mata terhanyut dalam senandung itu. wajar!, karena dia manusia.
terlebih lagi untuk orang “timur”, budayanya sangat mendukung hal tersebut.
(brsambung)








