SnapShot Seminar Akbar IT Goes To UKM

IT Goes To UKM ? nama seminarnya memang begitu, jangan bingung :) kita memang terbiasa dengan campuran bahasa.

IT, Information Technology . Sedangkan UKM, Usaha Kecil Mikro/Menengah.

Hadir di Hotel Kapuas Palace, Function Hall 1 Mas Tonton Taufiq dan Mbak Louise Wulandari. Keduanya merupakan “icon” pebisnis lokal yang memanfaatkan internet sebagai sarana bisnisnya.

Next, to be continued

Situs Bagus untuk Anak didik

Lagi iseng-iseng browsing & googling, ketemu situs yang cukup bagus terutama buat yang punya anak kecil.

Content situs tersebut berisi tentang ilmu-ilmu sains (fisika, kimia, dst) yang dikemas dengan cara menyenangkan (kelihatanya visinya begitu).

Coba saja masuk http://www.cakrawala-ilma.com, sayang sedikit kurang kaya tampilan gambar-gambar yang mendukung “cara menyenangkan” tersebut. So, lebih cocok buat orang tua dari anak, bukan buat anaknya.

Siapa yang “NDESO”

Bahan renungan Tulisan sangat apik & menyentuh dari : Ika S. Creech *) revisi : Ust Abdullah Muadz yang saya dapatkan dari milist, itupun sudah bukan level pertama, jadi mohon maaf tidak sempat mencari sumber aslinya, yang jelas pengarangnya tercantum: Ika S. Creech, dalam keteranganya Ika adalah Putra Indonesia Asli, kini bertempat tinggal di Paris, Perancis dan bekerja sebagai Pembawa Acara di salah satu stasiun (tv/radio?) di Perancis. Simaklah tulisanya.

“NDESO”

Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, shock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, sepert saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka
menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan dijemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ket ika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp communicator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata konsumen terbesar hp communicator adalah Indonesia . Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang
pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerek, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan kalau orang jepang diajak ke Pondok Indah bisa
Pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa dian gkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi WTS (Wanita Tidak Sholat, di Malaysia “Wanita Tak Senonoh”) , angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso
(alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah Negara normal atau bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada daerah yang
menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta, wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah :
- Orang bisa antri Raskin sambil pegang hp
- Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
- Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas
- Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan
- Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
- Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
- Orang beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
- Ijazah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
- Kelihatannya orang sibuk ternyata masih sering keluar masuk Mc Donald
- Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan.
- Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
- 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
- Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
- Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
- Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
- Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
- Agar kelihatan inklusif mk hrs bisa menggandeng siapa saja, kl perlu jintomang jg digandeng

Yang lebih mengerikan lagi adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere.

Ditulis dalam Bebas.... Tag: , , , . 8 Komentar »

Chating via Handset Flexi

Kirim terima email di PC/laptop? pasti sudah biasa …
Kirim terima sms ? pasti sudah jadi bagian kehidupan …..
Chatting di komputer ? beberapa pasti sudah biasa, paling tidak pernah lihat anak ABG asyik chatting ….

Chatting di hape Flexi !!!? ….. masak bisa ?

Bedanya chatting sama SMS : kalo SMS, setiap kirim pesan, kita nggak bisa baca pesan yang kita kirim dan yang kita terima langsung, mesti gantian baca yang dikirim dengan yang diterima. Kalo chatting, ya kayak ngobrol aja, krim pesan kita baca langsung, teman kita balas pesan, kita baca juga sekalian, yang lain ikut kasih saran, kita juga baca pesan-pesannya berurutan, lebih asyik daripada SMS !.

Sekarang, chatting nggak mesti dari komputer yang konek ke internet, nggak mesti repot nongkrong di warnet, pake aja hape Flexi buat chatting.

Caranya : dari hape Flexi yang udah punya fitur WAP atau bisa akses ke
internet (saat ini yang paling mudah dari Handset Nokia, tipe lihat di
TelkomFlexi.com),
1. Pilih menu minibrowser
2. Pilih my page
3. Pilih goto URL , isikan : atom.web.id/beta
4. Pilih GO …!

Dilayar bakal muncul tampilan seperti gambar terlampir. Pilih chat
tuliskan nama di kotak “Nick” , Pilih Masuk
kemudian Pilih “room” : Kafe Chat (atau kalau ada room KTT)
pilih “Masuk” di layar muncul tampilan chatting yang sudah/sdg berlangsung.

Untuk mengirim pesan, pilih “KIRIM”
tuliskan pesan di kotak yang ada, lalu pilih “KIRIM”
dilayar akan tampil pesan2 yan dikirim peserta chatting saat itu.
Tampilan di layar akan otomatis refresh setiap beberapa saat kalau tidak aktif (mengirim pesan atau pilih refresh).

Untuk mengakhiri, tinggal pilih menu, lalu pilih depan/logout, lalu
keluar dari minibrowser (pilih exit minibrowser)

Chargingnya pakai tarif PDN ! Rp 5,- / Kbyte. jauh lebih murah dari SMS !

Keterangan, saat ini terminal Nokia yang sudah support WAP :
N6585
N6225
N6255
N6235
N3155
N3205
N6155
N6265
atau bisa pakai handphone PDA yang bisa akses internet.

New, Flexi PDN Time Based

Pontianak – 14 April 2008,

Selama ini internet via Flexi baru mengenal Volume Based atau Usage Based, sekarang ada perkembangan baru yaitu Mode charging Time-Based. Jadi perhitungan biling tagihanya berdasarkan waktu, lebih mudah kontrolnya.

Caranya cukup mudah, hanya sedikit perbedaan dari cara koneksi PDN yang existing.

User Login & Dial Up Number :
Username : telkomnet@flexi-time
Password : telkom
Dial number : #777
(Sebelumnya Username untuk Flexi PDN Volume Based adalah telkomnet@flexi)

Tariff Flexi PDN Timebased : Rp. 100 per menit, (belum termasuk PPN), tarif dikenakan berdasarkan durasi atau lama waktu akses yang digunakan oleh pelanggan.
Round off time/pembulatan : 1 menit

Sayangnya Flexi PDN Time Based tersebut baru bisa digunakan untuk Flexi Pasca Bayar (berlangganan/abonemen/Classy), BTW, anyway, busway Selamat mencoba. :)